MEUREUDU - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) kini sedang menyelesaikan 100 rumah untuk warga miskin, korban konflik, dan korban bencana di Pidie Jaya (Pijay). Hunian permanen tipe 36 itu dibangun di tanah milik Pemkab yang berlokasi di Gampong Pohroh, Kecamatan Meureudu. Saat ini, rumah tersebut sudah memasuki tahap finishing dan dijadwalkan rampung akhir bulan ini.

Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pijay, Bahrum Bhakti ST MT, yang dihubungi Serambi via telepon selulernya, Jumat (26/1), mengatakan, dana dari APBN untuk pembangunan 100 rumah itu Rp 13.706.940.000 atau Rp 137.000.000 per unit. Menurutnya, keterlambatan penyelesaian rumah itu karena ada penambahan waktu (adendum) dengan alasan, lokasinya sulit dijangkau rekanan.

Wabup Pijay, H Said Mulyadi SE MSi mengatakan, Pemkab juga akan berupaya agar ada bantuan lanjutan dari pemerintah pusat khsusunya PU-PR untuk Pijay. Karena itu, ia mengimbau masyarakat bersabar dan membantu pemerintah agar proses pembangunan berjalan lancar. “Dukungan masyarakat sangat penting dalam pembangunan,” tandasnya. 

Asiten II Setdakab Pijay, Ir Jailani Beuramat yang ditanyai soal calon penghuni rumah bantuan itu, mengatakan, hingga kini belum ada. Menurutnya, Pemkab bersama dinas terkait akan membicarakan masalah tersebut. “Yang jelas, rumah itu dikhususkan untuk warga miskin, korban konflik, dan mereka yang tak ada lagi rumah akibat gempa beberapa waktu lalu. Rumah itu hak pakai dan tak boleh diperjualbelikan,” tegas Jailani. (/Serambinews)