MEUREUDU - Warga yang mengalami gangguan jiwa di Pidie Jaya mencapai 707 orang (476 pria dan 233 wanita) dan semuanya dalam pengawasan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) setempat, dan pasien terbanyak berada di Kecamatan Bandarbaru.

Untuk mengurangi jumlah pasien tersebut sekaligus sebagai upaya penyembuhan, Dinkes membentuk Tim Pelaksanaan Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). “Kami berharap, tim ini mampu memaksimalkan penanganan pasien gangguan jiwa,” kata Kadinkes-KB Pijay, H Said Abdullah SH, pada acara pembentukan dan penguatan TPKJM di Kana Wisma Meureudu, Rabu (18/7).

Pasien gangguan jiwa di daerah ini terdiri dari beragam kondisi dan tingkatan usia. Sebagian sudah ada sejak lama, dan sebagian lagi muncul pascagempa bumi dan tsunami tahun 2004, serta gempa bumi Pijay 7 Dsember 2016 lalu.

Pelayanan individu dimulai dari Puskesmas kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Pembentukan dan Penguatan TPKJM dibuka Wabup Pijay, H Said Mulyadi, berlangsung selama dua hari dan diikuti sekitar 30 peserta.

Kadinkes menjelaskan, gangguan kejiwaan terkadang diawali dari trauma. Saat ini, semua Puskesmas di Pijay ikut menangani pasien yang trauma atau jiwanya terganggu (abnormal) diawali dengan pendeteksian atau pemeriksaan, kemudian memberikan pengobatan. “Jika memang perlu pengobatan lebih intensif lagi, maka Dinkes membawanya ke rumah sakit jiwa (RSJ) Banda Aceh,” terang Said Abdullah.

Usai pembukaan, Wabup Said Mulyadi bersama rombongan mengunjungi dua bersaudara yang mengalami gangguan jiwa. Mereka adalah Muhammad (35) dan Maryati (32) warga Gampong Manyang Cut Kecamatan Meureudu. Keduanya merupakan anak pertama dan kedua dari M Yusuf dan Rukiah.

Wabup mengaku kasihan dan prihatin dengan kondisi kejiwaan Muhammad dan Maryati. Kepada Kadinkes, Wabup meminta jika ada restu kedua orangtuanya, dan masih bisa diobati, hendaknya diupayakan dibawa ke RSJ Banda Aceh.

Wabup Pijay ini juga menyambut baik upaya yang dilakukan Dinkes Aceh terhadap TPKJM. Kepada jajaran Dinkes Pijay, ia berharap supaya pelaksanaan kegiatan dimaksud harus benar-benar berdaya guna bagi masyarakat. Diakui Wabup, gangguan jiwa juga terkadang muncul karena mengkonsumsi jenis barang terlarang atau narkoba. “Narkoba merambah ke gampong-gampong, orang tua serta masyarakat harus menjadi perhatian,” pesannya. (/serambinews)

Jumlah Kunjungan

11029
Hari iniHari ini29
KemarinKemarin72
Minggu iniMinggu ini10
Bulan iniBulan ini1539
SemuaSemua11029

PETA LOKASI

Kantor Bupati Pidie Jaya Bagian Humas dan Protokoler Setdakab

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Follow