Terwujudnya Masyarakat Pidie Jaya yang Aman, Sejahtera, dan Mandiri dengan Berlandaskan UUPA
Muspida Plus Kabupaten Pidie Jaya
Penyerahan Hewan Qurban dari Pemkab Pidie Jaya kepada Panitia Qurban
Penyerahan Bantuan Operasional dari Pemkab Pidie Jaya untuk Daya (Pesantren), di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Oleh Wakil Bupati bersama Kepala Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pembukaan Rapat Paripurna II DPRK Pidie Jaya Masa Persidangan II Tahun 2016 terhadap Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Jaya Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Pembukaan Kuliah Perdana Mahasiswa (i) baru tahun ajaran 2016/2017 Akademi Komunitas Negeri (AKN) PDD Pidie Jaya.
Acara Penutupan HARDIKDA Ke- 57 Oleh Bupati Pidie Jaya dan penyerahan penghargaan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Kepada Muspida Pidie Jaya.

MEUREUDU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya (Pijay) akan mengembangkan lahan jagung mencapai 2.000 ha untuk tahun 2018. Sasaran pengembangan meliputi tiga kecamatan di Pidie Jaya masing- masing Kecamatan Bandar Dua, Meurah Dua, dan Bandar Baru. 

Kepala Distanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad kepada Serambinews.com, Rabu (2/5/2018) mengatakan, pengembangan jagung pada tahun ini terus dilakukan peningkatan dari tahun 1.500 Ha di satu kecamatan. Untuk tahun ini terus diupayakan hingga mencapai 2.000 Ha. "Dua tahun sebelumnya, pihak Dinas hanya memfokuskan pengembangan tanaman jagung di sembilan gampong di Kecamatan Bandar Dua dengan luas areal 1.500 Ha," jelasnya.

Namun animo masyarakat atau petani yang sangat tinggi terhadap peluang dan pendapatan. Maka pada tahun ini (2018) Distanpang Pijay sendiri telah melakukan pemetaan pengembangan lahan jagung untuk lahan 2.000 Ha. Lahan ini tersebar Bandar Dua, Meurah Dua, dan Bandar Baru dengan lahan tadah hujan dan perbukitan. Hingga saat ini pihak Dinas sedang menunggu benih untuk lahan 1.600 Ha dari bantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang direncanakan disampaikan akhir Mei ini (2018). Selebihnya untuk benih pada lahan 400 Ha lagi dengan sumber bantuan benih dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) serta swadaya petani. 

"Patut diketahui, untuk tingkat Produktivitas hasil panen jagung setiap hektarenya pada tahun 2016 dan 2017 rata-rata mencapai 10 ton/Ha pada lahan tadah hujan. Sedangkan pada lahan perbukitan rata-rata 6 sampai 7 Ton/Ha," jelasnya. Jumlah hasil panen jagung secara akumulasi untuk setiap hektare pertani yang menggarap dapat mencapai mulai Rp 30 juta sampai Rp 36 juta/Ha. Sementara biaya produksi yang diperlukan lebih murah, yaitu antara Rp 10 juta dalam setiap Ha.

"Saya nyakin dengan bergulirnya program ini secara kontiyu, maka masyarakat lebih makmur sehingga angka kemiskinan semakin menyusut," katanya. (/serambinews)

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI

Onliners

We have 25 guests and no members online

HUBUNGI KAMI

Kantor BAPPEDA Lt.II, Komplek Perkantoran Pemkab. Pidie Jaya, Cot Trieng, Meureudu.

Email : bappedapijay@gmail.com