MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (Pemkab Pijay) mulai membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah itu 2016 lalu. Proses rehabilitas dan rekonstruksi (rehab-rekons) ini ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melibatkan kelompok masyarakat. Rumah yang akan dibangun dan direhab totalnya 5.812 unit, terdiri atas 3.025 unit rusak berat dan 2.787 rusak sedang. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun 5.812 unit rumah tersebut Rp 312.865.000.000. Dana itu disalurkan melalui 290 kelompok masyarakat (pokmas) yang tersebar di delapan kecematan atau 222 gampong.

Rumah yang rusak berat mendapat alokasi dana sebesar Rp 85 juta. Sedangkan yang rusak sedang Rp 20 juta per unit. "Secara simbolis penyaluran dana pembangunan rumah korban gempa sudah diserahkan Bupati, Aiyub Abbas bersama Wakil Bupati, Said Mulyadi kepada tiga pokmas, dua minggu lalu di Gampong Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru. Kepala BPBD Pijay, M Nasir MPd, Rabu (21/2/2018) mengatakan, saat ini sedang berjalan pembangunan 60 unit rumah rusak berat yang dilakukan oleh tiga Pokmas tersebut.

M Nasir menambahkan, pada pendataan awal pascagempa, jumlah rumah rusak berat sebanyak 2.202 unit. Setelah diverifikasi menjadi 3.025 unit. Sedangkan rumah rusak sedang dari 4.524 unit, setelah diverifkasi menjadi 2.787 unit. Akibat bertambahnya jumlah rumah yang rusak berat, berdampak pada kekurnagan anggaran sebesar Rp 35 miliar. Namun, kekurangan ini sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. (/serambinews)



 

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI