Terwujudnya Masyarakat Pidie Jaya yang Aman, Sejahtera, dan Mandiri dengan Berlandaskan UUPA
Muspida Plus Kabupaten Pidie Jaya
Penyerahan Hewan Qurban dari Pemkab Pidie Jaya kepada Panitia Qurban
Penyerahan Bantuan Operasional dari Pemkab Pidie Jaya untuk Daya (Pesantren), di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Oleh Wakil Bupati bersama Kepala Kantor Badan Dayah Kabupaten Pidie Jaya.
Pembukaan Rapat Paripurna II DPRK Pidie Jaya Masa Persidangan II Tahun 2016 terhadap Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Pidie Jaya Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Pembukaan Kuliah Perdana Mahasiswa (i) baru tahun ajaran 2016/2017 Akademi Komunitas Negeri (AKN) PDD Pidie Jaya.
Acara Pembukaan HARDIKDA ke-57 Tahun 2016 oleh Gubernur Aceh di Kabupaten Pidie Jaya.
Acara Penutupan HARDIKDA Ke- 57 Oleh Bupati Pidie Jaya dan penyerahan penghargaan dari Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Kepada Muspida Pidie Jaya.

MEUREUDU - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pidie Jaya bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh, membuat terobosan baru untuk memberantas hama tikus di areal persawahan daerah tersebut.

Terobosan yang mengedepankan cara organik yang justru jauh lebih aman dan bebas dari racun pestisida itu, adalah dengan memelihara predator (pemangsa) tikus. Yakni mengembangkan atau menternakkan burung hantu. Cara ini dianggap lebih aman dan padi juga tak terkontaminasi dengan pestisida tikus atau rodentisida.

Sebelumnya pemberantasan tikus itu dilakukan dengan cara meracun memakai pembasmi jenis rodentisida. Bahkan ada yang lebih berisiko kepada manusia, dengan mengalirkan arus listrik ke sawah, yang berakibat hilangnya nyawa manusia.

Sebagai langkah awal, kata drh Muzakkir Muhammad, Kadistannak Pijay, pihaknya kini melakukan sosialisasi kepada petani pada setiap pertemuan tentang methoda dimaksud. Seperti yang dilakukan Kamis (14/7) di Kelompok Tani Ingin Jaya Gampong Meunasah Lhok Kecamatan Meureudu.

Pertemuan yang digelar di hamparan sawah dihadiri sejumlah pejabat Distan Aceh, petani setempat dan penyuluh pertanian membahas teknis pelaksanaan gropyokan tikus dengan burung hantu.

Pilot Projec kegiatan bersumber dana APBN tahun 2016 itu, dimaksudkan sebagai uji coba dilakukan di empat lokasi yang tersebar di tiga kecamatan. Yaitu , Meureudu meliputi Gampong Meunasah Lhok dan Gampong Pulo U-Beuriweuh. Meurahdua Gampong Dayah Kruet, sementara Kecamatan Ulim dilaksanakan di Gampong Pulo Ulim. Sedangkan burung hantu yang disediakan sebanyak empat pasang dan saat ini ke empat burung hantu dimaksud, kata Muzakkir, sedang dijinakkan pada salah satu lokasi.

Jika burung tersebut sudah jinak (ragoue——red), selanjutnya akan dilepas di empat kawasan dan untuk peneduh dibangun sebuah tempat khusus di hamparan sawah layaknya sangkar merpati atau disebut dengan Rubuha (rumah burung hantu) dengan ketinggian antara 4-5 meter.

Jika metoda pembasmian tikus dengan menggunakan predator burung hantu, dipastikan tanaman padi akan terhindar dari tikus. Pada kegiatan tersebut Distan Aceh membantu, bubu (perangkap), terpal dan peralatan lainnya.

Mahdi, salah seorang penyuluh pertanian di Meureudu menjawab Serambi menyebutkan, ide pemeliharaan burung hantu sebagai penangkal terhadap serangan tikus itu muncul, setelah pihaknya bersama beberapa petani Pijay mendapat pelatihan sekaligus magang beberapa pekan di Kabupaten Demak-Jawa Timur beberapa waktu lalu. Fakta membuktikan, methoda seperti itu sangat efektif. Sementara menggunakan aliran listrik beresiko tinggi dan jika lengah nyawa melayang, papar Mahdi. (/serembinews)

LENSA

103826538.jpg42271677.jpg42295290.jpg65624315.jpg71239959.jpg88368709.jpgbappeda.jpgkantor bupati.jpgkantor dprk.jpgkantor pu.jpgkuala merdu.jpgmanohara-sun rise.jpgmanohara-sunset.jpgpantai kuthang.jpgpemandangan padi.jpg

LINTASAN SEJARAH

PETA LOKASI

Onliners

We have 94 guests and no members online

HUBUNGI KAMI

Kantor BAPPEDA Lt.II, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya,

Cot Trieng, Meureudu.

Email : bappedapijay@gmail.com