IMG-20200410-WA0037.jpg

MEUREUDU - Karena hasil panen sangat menggiurkan bagi para petani lokal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya pada 2019 kembali mengembangkan lahan jagung di areal 2.000 Ha. "Dalam setiap hektare petani dapat menghasilkan 8 ton jagung sehingga memperoleh hasil panen rata-rata Rp 40 juta. Sedangkan dana perawatan Rp 3 juta sehingga dalam setiap hektare petanidapat meraup uang Rp 37 juta," ujar Kepala Distanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad kepada Serambinews.com, Selasa (15/1/2019). Ia merincikan dari 2.000 Ha lahan pengembangan jagung tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu, Bandar Dua, Meurah Dua, Bandar Baru, Triengadeng, Panteraja, dan Ulim.

Menurutnya motivasi petani untuk menanam jagung selama tujuh tahun terakhir di Pijay sangat tinggi. Hal ini tidak terlepas hasil panen yang ditampung di tingkat agen dengan harga jual per kilo Rp 4.500 hingga Rp 5.000. Karenanya, pengembangan lahan jangung 2.000 Ha tersebut, 1.000 Ha di antaranya adalah bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seluas 1.000 Ha. Selebihnya 1.000 Ha lagi adalah bantuan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 500 Ha, APBK 100 Ha, dan swadaya masyarakat 400 Ha Direncanakan aksi penamaman pada April dan Mei 2019 mendatang pada lahan sawah tadah hujan di 16 gampong yang tersebar di Bandar Dua dan dua gampong di Kecamatan Muerah Dua. "Selanjutnya penanaman jagung diteruskan pada Oktober di lahan perbukitan seperti di Bandar Baru, Trienggadeng, dan Panteraja," ujarnya. (Idris Ismail/SerambiNews)

Jumlah Kunjungan

30506
Hari iniHari ini145
KemarinKemarin251
Minggu iniMinggu ini581
Bulan iniBulan ini599
SemuaSemua30506

PETA LOKASI

Kantor Bupati Pidie Jaya Bagian Humas dan Protokoler Setdakab

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Follow